Ending kisahku dan dia gak seindah yang pernah kami impikan,
dimana kami bermimpi mempunyai sebuah rumah dengan tawa riang anak-anak,
bermimpi bahwa hanya dia yang ada di sampingku saat ku terbangun di pagi hari. Hubungan
yang setelah sekian lama kami jalani, putus lalu kembali berkali-kali dengan
alasan yang sama, kini akhirnya hubungan kami benar-benar berakhir..
Pertanyaanku setiap teringat masalah ini hanya “siapa sih
yang mau ada diposisi aku?” selau dan hanya selalu itu. Ya,, benar saja, siapa
yang ingin menjalin hubungan dengan orang yang jelas-jelas berbeda keyakinan
dengan kita. Aku pribadi sebenarnya tak pernah menginginkan hal ini, tapi
beginilah kenyataannya, hubungan ini awalnya hanya aku jalin sekedar
cinta-cintaan anak SMA, tak pernah aku berpikir akan sedalam ini dan sejauh ini
bersamanya. Satu tahun berlalu, 2 tahun sampai akhirnya 5 tahun kami jalanin..
semuanya baik-baik saja. Dia selalu menyayangiku dan setiap hari bertambah. Begitupun
aku,, tak pernah sedikitkun aku mengizinkan laki-laki lain memasuki
kehidupanku. Aku terlalu sayang dia, terlalu takut untuk kehilangan cintanya
dan kasih sayangnya. Dia begitu berharga bagiku, dulu-
Tapi sekarang, semuanya berubah, aku menjalani kisah hidupku
tanpa kisahnya, aku menulis kisah hidupku tanpa ada dia sebagai pemeran
prianya,, aku membiarkan diriku sakit dan terpuruk dengan perpisahan ini,, saat
aku menulis ini, sudah hamipr 4 bulan setelah kami berpisah, semuanya memang
terlihat baik-baik saja. Tapi siapa yang tau bahwa setiap hari yang aku jalanin
terasa amat berat. Aku harus terbiasa tidak mendapat pesan-pesan darinya, aku
harus terbiasa tidak mendengar dering telpon dengan lagu khusus untuknya, yaa,,
sampai akhirnya aku harus membiarkan laki-laki lain yang masuk di kehidupanku,,
Hidup terlalu singkat jika mengenang kisah-kisah dia dan
aku, tapi jika melihat masa depan yang penuh misteri mungkin akan terasa masih
panjang, masih banyak yang harus aku lalui. Kaki harus tetap melangkah, mata
harus tetap melihat, tangan juga harus selalu membuat sesuatu yang berarti. Aku
pastikan aku baik-baik saja tanpa kamu mantan kekasihku. Aku akan bahagia
dengan kebahagiaan yang Allah sediakan untukku nanti.
Kini aku yakin, kedewasaanku semakin bertambah disaat aku
mampu mengakhiri hubungan kita, yang aku sebut akhir di hubungan kita tapi
merupakan titik awal di kehidupan baruku. dimana aku mampu mengambil keputusan
demi sebuah hubungan yang memang tidak seharusnya terjadi, aku meninggalkanmu
demi Allah, Mama, Ayah, dan orang-orang yang menyayangiku selamat tinggal Ayku.
Kisahmu tertulis untukku, GoodBye Happines,